Have an account?

Jelang Final : Duel Tim 'Terjorok' dan 'Tersantun'

CATEGORY: | Kamis, 08 Juli 2010
0


Dua tim top Eropa akan bertarung memperebutkan titel juara dunia hari Minggu nanti. Dalam hal kedisplinan, Belanda dan Spanyol memiliki rapor yang bertolak belakang: yang "terjorok" dan paling "santun".

Belanda, yang telah memainkan enam pertandingan dan selalu menang, tercatat dalam daftar statistik turnamen sebagai tim yang paling sering melakukan pelanggaran dan pengoleksi kartu kuning terbanyak.

Tim asuhan Bert van Marwijk itu telah membuat pelanggaran sebanyak 98 kali. Paraguay dan Ghana menguntit di belakang mereka dengan masing-masing 97 dan 90 kali melakukan pelanggaran dari lima pertandingan.

Spanyol? Finalis yang satu ini ada di peringkat ke-12 dengan "cuma" 62 kali melakukan pelanggaran. Jika dirata-ratakan dalam enam pertandingan, Carles Puyol dkk hanya "mengasari" lawan 10,33 kali per game. Belanda rata-rata 16,33 kali per partai.

Soal kartu kuning, "Singa Oranye" sudah mengantongi 15 buah, atau 2,5 per game. Jumlah itu disebar untuk 13 pemain, termasuk Gregory van der Wiel dan Nigel de Jong yang dua kali menerimanya dari wasit.

Adapun Spanyol sejauh ini baru punya tiga kartu dari enam pertandingan, atau 0,5 per game. Secara keseluruhan, Spanyol hanya kalah "santun" dari Korea Utara yang diganjar kartu kuning dua kali saja, tapi hanya dalam tiga pertandingan.

Soal rata-rata kartu kuning, Chile adalah rajanya. Tim Latin ini mengoleksi 13 kartu dari empat laga, atau 3,25 per game. Slovakia juga cukup "kasar" dengan 11 kartu dari empat partai (2,75 per game). Ghana juga "kolektor aktif" dengan 11 kartu dari lima pertandingan.

Catatan "positif" lain untuk Spanyol adalah, mereka tim yang paling sering dikasari lawan-lawannya, sebanyak 106 kali. Andres Iniesta dan Sergio Busquets sejauh ini paling diincar pemain-pemain lawan. Mereka sudah ditekel 18 kali.

Superman Italia Ganggu Pertandingan Jerman vs Spanyol

CATEGORY: | Rabu, 07 Juli 2010
0

Sebuah insiden terjadi pada pertandingan semifinal antara Jerman dan Spanyol di Durban Stadium, dini hari tadi. Pertandingan baru masuk menit ke-4, seorang pria tiba-tiba muncul dari belakang gawang kiper Jerman, Manuel Neuer, kemudian berlari ke tengah lapangan.

Mengenakan kaos berwarna biru dengan logo "S" Superman -- tokoh superhero -- si pria ini berlari ke lapangan sembari meniup vuvuzela berwarna merah. Entah apa maksud si pria. Tapi bagian depan kaosnya tertulis "Peace in the World" (Lha, peace kok malah ngeganggu pertandingan?.

Kemudian di bagian bawah lambang "S" ada tulisan berbahasa Italia (Padahal Superman kan dari Amerika?). Tulisan itu berbunyi: Cassano in Nasionale (Lippi Tel' Avevo Detto) yang artinya kira-kira dukungan pada striker Sampdoria Antonio Cassano yang tidak dipanggil pelatih Marcello Lippi. Italia memang tersingkir cepat di fase grup, salah satunya dituding lantaran Lippi tak mau memanggil Cassano.

Sementara di bagian belakang kaosnya ada tulisan berbahasa Italia lainnya: "Carducci Caffe Pescara." Pescara itu nama kota di Italia, mungkin kota asal si pria.

Si pria langsung dilumpuhkan aparat keamanan dan digiring keluar lapangan. Yang pasti, masuknya fans ke lapangan ini pastinya mencoreng nama aparat keamanan. Gimana nggak, pertandingan ini disaksikan presiden FIFA Joseph Sepp Blatter, Ratu Sofia dari Spanyol, dan presiden Afrika Selatan Jacob Zuma.

Ada-ada aja...

Jalan Final Spanyol yang Tak Eksplosif, tapi Efektif

CATEGORY: |
0

Tampil sebagai juara Eropa dua tahun lalu, Spanyol menjadi salah satu unggulan dalam Piala Dunia tahun ini. La Furia Roja memang tak eksplosif, namun tetap efektif.

Materi skuad Spanyol tak banyak berubah sejak mereka memenangi Euro 2008. Gawang masih dijaga oleh 'Orang Suci' bernama Iker Casillas, di depannya masih ada Carles Puyol yang kali ini berduet dengan Gerard Pique. Lini tengah masih digalang oleh Xavi dan Andres Iniesta, serta ujung tombak masih mengandalkan kecepatan David Villa dan Fernando Torres.

Kehadiran mereka semua ditambah oleh beberapa pemain muda yang tampil bagus di La Liga dalam beberapa musim terakhir. Pique adalah salah satunya. Di samping itu, masih ada Fernando Llorente, Sergio Busquets, Pedro Rodriguez dan Juan Mata.

Yang berbeda adalah soal kematangan. Sejak menjadi juara di Austria-Swiss, Spanyol telah banyak belajar. Salah satunya adalah bagaimana menerima kekalahan di Piala Konfederasi 2009 dengan tersingkir di tangan Amerika Serikat. Padahal kala itu mereka juga mendapatkan status unggulan.

Casillas, sang kapten, menyebut bahwa kekalahan tersebut membuka mata Spanyol. Ia menyebut, kekuatan sepakbola dunia kini sudah relatif merata. Oleh karenanya ia tak mau lagi terlena pada status unggulan.

Alhasil, Spanyol pun tampil lebih menjejak tanah. Satu-satunya cela mereka adalah kalah pada laga pembuka melawan Swiss. Namun, kekalahan itu juga membuat skuad arahan Vicene del Bosque ini belajar. Selanjutnya, mereka berusaha untuk tak melakukan kesalahan sedikit pun dan hanya memikirkan kemenangan. Dan memang rentetan kemenangan yang akhirnya mereka dapat, meski tak pernah dengan skor besar.

Villa menjadi tumpuan tunggal dengan mencetak lima dari tujuh gol Spanyol. Sementara dua sisanya disumbangkan Iniesta dan Puyol. Catatan lainnya, tandem Villa, Torres, masih belum menunjukkan performa maksimal dan belum mencetak satu gol pun.

Toh demikian, keuletan Spanyol untuk mengejar kemenangan, meski hanya berujung pada kemenangan tipis, tetap patut diapresiasi. Buktinya, pada akhirnya mereka ke final juga.

Jalan ke Final

Spanyol vs Swiss: 0-1

Swiss menerapkan skema defensif dan serangan balik dalam pertandingan ini. Pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld, menyebut bahwa bermain terbuka melawan tim sekuat Spanyol sama saja dengan bunuh diri. 'Tim Matador' pun buntu lantaran selalu gagal membobol gawang Swiss dan akhirnya kebobolan lewat gol Gelson Fernandes.

Spanyol vs Honduras: 2-0

Beruntung bagi Spanyol, mereka "hanya" menghadapi Honduras di laga kedua yang di atas kertas bisa mereka taklukkan. Tak banyak kesulitan dialami oleh Casillas cs. dan dua gol dari Villa memberikan kemenangan untuk mereka. Villa sebenarnya bisa saja mencetak hat-trick, andai eksekusi penaltinya berhasil.

Spanyol vs Chile: 2-1

Chile bermain dengan mengandalkan tiga penyerangnya; Jean Beausejour, Jorge Valdivia dan Alexis Sanchez. Terbukti kecepatan ketiganya cukup membuat repot pertahanan Spanyol. Tapi Spanyol unggul lebih dulu lewat Villa di menit 24, sebelum Iniesta memperbesar kedudukan menjadi 2-0 di menit 37. Chile bermain dengan 10 orang setelah Marco Estrada dikartu merah, namun bisa melesakkan satu gol balasan lewat Rodrigo Millar.

Spanyol vs Portugal: 1-0

Pertandingan berjalan relatif imbang dan Spanyol harus menghadapi ketangguhan kiper Portugal, Eduardo. Sang penjaga gawang belum pernah kebobolan sebelum laga ini. Tapi akhirnya Villa kembali menjadi pahlawan lewat golnya di menit 63. Derita Portugal makin bertambah setelah Ricardo Costa dikartu merah pada menit 89 dan membuat mereka semakin sulit untuk mengejar gol penyama kedudukan.

Spanyol vs Paraguay: 1-0

Drama terjadi dalam laga ini kala wasit Carlos Batres membatalkan gol Nelson Valdez di babak pertama akibat berbau offside. Paraguay kembali mendapatkan peluang setelah Batres memberikan mereka penalti setelah Pique menarik Oscar Cardozo di kotak terlarang. Sial bagi Cardozo, ia gagal menjalankan tugasnya dengan baik--penaltinya digagalkan oleh Casillas.

Semenit kemudian, giliran Spanyol yang mendapatkan penalti. Xabi Alonso memang berhasil menaklukkan kiper Justo Villar, tapi penaltinya harus diulang. Pada kesempatan kedua, sepakan Xabi malah diblok Villar. Spanyol akhirnya menang setelah Villa mencetak gol pada menit 83.

Spanyol vs Jerman: 1-0

Villa menggambarkan laga melawan Jerman sebagai penampilan terbaik Spanyol sejauh ini. Mereka tampil dominan; memenangi penguasaan bola dan membuat lebih banyak tembakan ketimbang 'Tim Panser'. Jerman yang perkasa kala menghantam Inggris 4-1 dan melumat Argentina 4-0 pun tak muncul. Meski dominan, gol Spanyol lahir lewat situasi set piece, di mana eksekusi sepak pojok Xavi dilanjutkan dengan sundulan Puyol. La Furia Roja pun maju ke final untuk pertama kalinya.

Dari penulis :
Di Final, Spanyol akan bertemu dengan Belanda,kemungkinan Spanyol akan menjadi juara di World Cup 2010. Dan itu akan menjadi rekor bagi Spanyol yang selama mengikuti Piala Dunia tidak pernah menang sama sekali dan kali ini akan menjadi kemenangan pertama bagi La Furia Roja (red-Spanyol)
BRAVO ESPANA..

Driver Notebook Toshiba Satellite L310 for XP

CATEGORY: | Selasa, 29 Juni 2010
0
If you want to install XP drivers into Satellite L310, enjoy below drivers:
- Intel Chipset Drivers here
- Download Audio Sound Driver here
- Bluetooth Device Driver here
- Web Camera Driver here
- Card Reader Driver here
- Storage Driver here
- Video Graphics Card here
- LAN or Ethernet Drivers here
- For Intel Wireless LAN here
- Realtek Wireless LAN Drivers here
- Atheros Wireless LAN here
- Modem Driver here
- ATheros Client Utility here
and don't forget please give comments..
thank you.. :)


Technology Blogs
Blog Directory

PROFIL DAVID VILLA

CATEGORY: | Jumat, 25 Juni 2010
0


Andai bukan karena sang ayah, David Villa mungkin tak akan seperti sekarang. Bisa jadi profesinya adalah buruh tambang di Langreo, kota kecil di wilayah Asturias, sebelah utara Spanyol.

Seperti kebanyakan bocah cilik di Spanyol, Villa akrab dengan sepakbola. Sesekali ia menendang-nendang bola bersama teman-teman di SD, entah di lapangan sekolah ataupun di jalanan berdebu.

Berbeda dengan sang ayah, ia justru tak pernah bercita-cita jadi pesepakbola profesional. Pada usia 10 tahun, ia didaftarkan oleh sang ayah di Akademi Sepakbola Langreo, klub di kota kelahirannya. Entah kenapa Villa tak betah di sana. Ia sempat ngambek dan menyatakan lebih suka menjadi pekerja tambang.

Pada usia 14 tahun ia disuruh melamar ke Sporting Gijon dan ternyata diterima. “Ayah selalu mendukungku dan bahkan setengah memaksa. Ia tak pernah menjadi atlet sepakbola profesional, tetapi ia ingin saya menikmati permainan ini,” kenang Villa.

Karena dukungan yang terus-menerus serta tekad baja ayahnya, Villa pun akhirnya serius menekuni sepakbola dan mengubur niat menjadi pekerja tambang.

“Setelah sekian lama berlatih dan karier mulai terbentuk, saya pun tersadar bahwa permainan saya ternyata sudah cukup baik dan bisa mencari nafkah dengan bermain sepakbola,” imbuh Villa.

Debut Timnas

Berkat bakat yang memadai, pria kelahiran 3 Desember 1981 itu dengan cepat berhasil menembus tim utama Sporting Gijon setelah sebelumnya hanya memperkuat tim B.

Di Gijon, Villa mengemas 38 gol dari total 80 penampilan. Performa tersebut membuatnya direkrut oleh Real Zaragoza pada 2003 dan kemudian dibajak Valencia seharga delapan juta pound pada pertengahan tahun 2005.

Selama di Gijon dan Zaragoza, ia membukukan rata-rata satu gol dalam dua partai yang dilakoni. Sementara itu, pada musim pertamanya di Mestalla, Villa langsung mengemas 23 gol dari 35 penampilan awal, termasuk hattrick dalam tempo enam menit melawan Athletic Bilbao.

Dengan kinerja yang semakin memukau bersama Los Ches, wajar Villa diberi kesempatan debut mengenakan kostum timnas oleh pelatih Luis Aragones pada kualifikasi Piala Dunia, dua tahun silam.

Puas dengan penampilannya, Aragones pun menyertakan Villa ke timnas Spanyol. Di Germany 2006, tak hanya menyisihkan beberapa striker kondang macam Fernando Morientes, Villa juga langsung dipercaya sebagai starter untuk berduet Fernando Torres di lini depan.

David Villa
Nama Lengkap: David Villa Sanchez
Usia: 25 tahun
Tanggal Lahir: 3 Desember 1981
Tempat Lahir: Langreo, Asturias, Spanyol
Postur: 175 cm/69 kg
Julukan: El Guaje (Si Bocah)
Posisi: Striker
Klub: Valencia
Klub Sebelumnya: Real Zaragoza
Nilai Transfer: 8 juta pound
Nomor Punggung: 7
Klub Remaja: Sporting Gijon B (1999?2000)

Karier
2000-2003 Sporting Gijon 80 tampil (38 gol)
2003-2005 Real Zaragoza 73 (31)
2005- Valencia 52 (33)
Penampilan Timnas: 18 (9 gol)
Debut Timnas: 9 Februari 2005, Spanyol vs San Marino
Prestasi
2004 Copa del Rey (Real Zaragoza)
2004 Piala Super Spanyol (Real Zaragoza)

_____________________________________

Diminati Liverpool dan Chelsea

Di setiap transfer window, baik pada musim panas maupun dingin, nama David Villa selalu dikaitkan dengan klub-klub Inggris. Bukan karena tak dibutuhkan lagi oleh Valencia, melainkan karena ia memang sangat digandrungi oleh para raksasa Premiership.

Menjelang Piala Dunia lalu, ia santer diberitakan bakal mendarat di Anfield. Maklum, Villa memang salah satu tipe striker favorit Rafa Benitez: cepat, kuat, cerdas, dan finisher ulung yang dapat mencetak gol dari mana saja di area kotak penalti.

Fakta bahwa Benitez masih punya hubungan baik dengan para petinggi Valencia juga menambah deras isu tersebut. Namun, Villa tak kunjung muncul sementara Rafa telanjur merekrut Dirk Kuyt.

Di bursa transfer Januari nama Villa muncul lagi. Mengingat harganya yang mahal, terutama buy-out clause (kompensasi yang harus diberikan kepada Valencia) yang mencapai 100 juta pound, Rafa dikabarkan bakal melepas striker Peter Crouch ke Newcastle United guna menambah suntikan dana segar.

Namun, gosip ini dibantah oleh Benitez, yang mengatakan bahwa ia tak perlu menambah striker di paruh musim ini. Ia juga menegaskan tak akan melego Crouch, kendati lini depan Liverpool lebih sering diisi oleh duet Kuyt dan Craig Bellamy.

Selain The Reds, Villa juga sempat dihubung-hubungkan dengan jawara Inggris, Chelsea. Konon, The Blues sempat menawar 15 juta pound. Namun, tawaran itu ditolak. Andai Valencia memberi lampu hijau, pria yang berasal dari kawasan Asturias, Spanyol Utara, itu akan memecahkan rekor transfer. (bry)

____________________________________

Sedaerah dengan Fernando Alonso

Meski menekuni cabang olahraga yang berbeda, ada satu kesamaan yang dimiliki oleh David Villa dan juara dunia Formula 1, Fernando Alonso. Ya, keduanya berasal dari daerah Asturias, kawasan di sebelah utara Spanyol.

Alonso, pembalap termuda yang sukses jadi juara dunia balapan jet darat, lahir dan dibesarkan di Oviedo, sementara Villa tumbuh dan dibesarkan di Langreo.

Seperti jamak yang terjadi di negara-negara besar lain, termasuk Indonesia, bahasa dan dialek yang digunakan di sejumlah kawasan di Spanyol tidaklah sama.

Antara bahasa Spanyol dan bahasa Catalan, misalnya, memiliki sejumlah perbedaan, baik dari kosakata, lafal, ataupun dialek.

Begitu juga dengan Asturias, di mana penduduknya menggunakan beberapa istilah tersendiri yang berbeda dengan yang biasa diucapkan atau yang dipakai oleh masyarakat Spanyol pada umumnya.

Villa, misalnya, dijuluki El Guaje (Si Bocah Laki-Laki), yang artinya kira-kira sama dengan El Nino dalam bahasa Spanyol yang lazim digunakan.

Karena itu, menarik sekali kalau kita mencermati duet Tim Matador di Piala Dunia 2006 di mana skuad asuhan Luis Aragones tersebut diperkuat oleh tandem striker yang sama-sama berjulukan Si Bocah, yakni David Villa (Valencia) dan Fernando Torres (Atletico).

Lagu Barat Lama dalam Versi Jawa

CATEGORY: | Senin, 05 April 2010
0
Ni dia daftar lagu yang berhasil aku dapetin :
* All out of love (Air Supply): Katresnan sak pol'e
* Goodbye (Air Supply): Lilanana pamit mulih
* Lost in love (Air Supply): Katresnan kebablasan
* Making love out of nothing at all (Air Supply): Nge****k gratisan
* Grease (Bee Gees): Kinclong
* How deep is your love (Bee Gees): Duwekmu kok jero 'men
* I started a joke (Bee Gees): Wiwit mbanyol
* In the morning (Bee Gees): Esuk uthuk-uthuk
* Saturday night fever (Bee Gees): Meriang ning nekat ngapel
* Stayin' alive (Bee Gees): Dawa umur
* Words (Bee Gees): Nggedebus
* Highway star (Deep Purple): Jago trek-trek'an
* Smoke on the water (Deep Purple): Umob (album 'Nggodog Wedang')
* Soldier of fortune (Deep Purple): Bejo dadi serdadu
* Mama (Genesis): Mbok'e
* Another day in paradise (Phill Collins): Suk'mben ing swarga
* Againts all odds (Phill Collins): Genep (gak ganjil)
* All night long (Lionel Richie): Lek-lek'an/wayangan ngebyar
* Still (Lionel Richie): Isih (durung entek)
* Stuck on you (Lionel Richie): Kecanthol mbek awakmu..
* Truly (Lionel Richie): Tenan'e!!!
* Frozen (Madonna): Njendel (album 'Lengo klentik mangsa mbedhidhing"')
* Like a virgin (Madonna): Kaya sik prawan ae...
* Don't cry for me, Argentina (Madonna): Aja nangis cah Sragen...
* Billy Jean (Michael Jackson): Tuku katok Levis
* Black white (Michael Jackson): Ireng putih (album 'Seragam sinoman')
* Killing me softly (Roberta Flack): Di-ithik-ithik sak-modar-e
* Release me (Engelbert Humperdinck): Cul'na aku
* My way (Frank Sinatra): Sak-karepku (album 'Ndableg')
* I don't like to sleep alone (Paul Anka): Kelonono aku
* Fragile (Sting): Grabah Kasongan
* Hands clean (Alanis Morissette): Wesuh

Semoga anda bisa terhibur dengan sedikit lelucon ini..... :)